Hampir di setiap sudut Masjidil Haram tersedia wadah besar plastik atau semacam termos besar berwarna krem berisi air zamzam. Setiap titik, umumnya terdiri dari delapan hingga sepuluh wadah besar. Dari jumlah tersebut hampir semua berisi air zamzam dingin dan biasanya hanya dua atau tiga wadah yang berisi air zamzam tidak dingin.
Wadah-wadah besar itu dilengkapi dengan tumpukan gelas plastik yang diletakkan di sebelah kanan wadah. Sementara sebelah kiri disediakan khusus untuk menyimpan gelas bekas minum. Selain dari wadah-wadah besar tersebut, para jamaah juga bisa mendapatkan air zamzam dari kran-kran air semacam wastafel terbuat dari baja putih atau stainless steel. Setiap titik terdiri dari sekitar 10 hingga 20 wastafel kran air.
Jamaah diperkenankan untuk megisi botol bawaan dengan air zamzam di tempat kran-kran wasdtafel tersbut. Namun jika dalam jumlah besar atau kemasan jerigen, disediakan tempat khusus untuk mengambilnya. Jika jamaah tidak ingin repot-repot mengantri, di sekitar tempat khusus pengambilan air zamzam kemasan jerigen, banyak dijual air zamzam sudah dalam jerigen. Harganya sepuluh real untuk ukuran jerigen sepuluh liter dan sudah termasuk harga jerigen.
Mungkin tak afdol rasanya jika jamaah haji tidak membawa pulang air zamzam ke tanah air. Menurut Cepi Supriatna, Wakil Kepala Daerah Kerja Mekah, bidang kedatangan dan kepulangan jamaah, menegaskan bahwa seluruh jamaah haji Indonesia, baik dengan penerbangan Garuda maupun Saudia Airlines, masing-masing akan mendapatkan air zamzam kemasan lima liter. Air zamzam ini akan diberikan di embarkasi masing-masing setiba dari Tanah Suci.
Cepi juga berpesan bahwa jamaah dilarang membawa air zamzam baik di dalam koper besar yang masuk bagasi, maupun di dalam tas kabin atau tas tenteng. Ia berpesan pada jamaah agar jangan sekali-sekali coba-coba membawa air zamzam sendiri. Karena akan ketahuan saat koper melalui pemeriksaan tas dengan sinar X Ray. Koper dan tas jamaah akan dibongkar untuk mengeluarkan air zamzam tersebut. Tentunya ini akan memperlambat proses pemeriksaaan di bandara dan akan merugikan para jamaah lainnya.
Keutamaan air zamzam dijelaskan oleh beberapa hadist Rasulullah SAW. Antara lain hadist dari Jabir bin Abdullah ra, yang katanya Rasulullah SAW bersabda: Air telaga zamzam akan menghasilkan maksud yang dituju dari meminumnya (HR Muslim)
Ada beberapa riwayat sejarah munculnya air zamzam. Antara lain dalam kitab sejarah (Sirah Nabawiyah) disebutkan bahwa antara Siti Hajar dan Sarah ada rasa saling iri. Oleh karena itu Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan anaknya ke lembah yang sekarang disebut Mekah. Karena ia merasa bahwa hidupnya takkan bahagia kalau keduanya (Sarah dan Siti Hajar) hidup dalam satu tempat.
Sebenarnya lembah itu adalah tempat persinggahan kafilah yang lewat daerah tersebut. Tetapi pada wsaktu itu adalah masa yang paling sepi dalam sepanjang tahun itu. Ismail dan ibunya ditinggal oleh Ibrahim di lembah tersebut dengan segala kebutuhan hidupnya.
Sesudah perbekalannya habis, Hajar melihat ke kanan dan ke kiri, namun ia tidak melihat sesuatu apapun. Ia berlari dan turun ke lembah untuk mencari air. Ia berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwa sampai tujuh kali. Kemudian ia kembali ke tempat anaknya dengan perasaan putus asa.
Namun ketika itu dilihat anaknhya sedang mengorek-ngorek tanah dengan kaki, yang kemudian dari dalam tanah itu keluar air. Dia dan Ismail dapat melepaskan dahaga. Dengan penuh rasa syukur, Siti Hajar mengumpulkan air itu sambil mengucapkan kata zamzam (kumpul), sehingga air itu disebut sebagai air zamzam.
Dalam waktu yang relatif singkat, Siti Hajar dan Ismail sering dikunjungi para kafilah yang ingin mendapatkan air sumur tersebut. Para kafilah ini yang berniaga pulang balik dari Yaman di Selatan dan Suriah di Utara, biasanya menggunakan daerah ini sebagai tempat peristirahatan karena tempatnya strategis.
Wadah-wadah besar itu dilengkapi dengan tumpukan gelas plastik yang diletakkan di sebelah kanan wadah. Sementara sebelah kiri disediakan khusus untuk menyimpan gelas bekas minum. Selain dari wadah-wadah besar tersebut, para jamaah juga bisa mendapatkan air zamzam dari kran-kran air semacam wastafel terbuat dari baja putih atau stainless steel. Setiap titik terdiri dari sekitar 10 hingga 20 wastafel kran air.
Jamaah diperkenankan untuk megisi botol bawaan dengan air zamzam di tempat kran-kran wasdtafel tersbut. Namun jika dalam jumlah besar atau kemasan jerigen, disediakan tempat khusus untuk mengambilnya. Jika jamaah tidak ingin repot-repot mengantri, di sekitar tempat khusus pengambilan air zamzam kemasan jerigen, banyak dijual air zamzam sudah dalam jerigen. Harganya sepuluh real untuk ukuran jerigen sepuluh liter dan sudah termasuk harga jerigen.
Mungkin tak afdol rasanya jika jamaah haji tidak membawa pulang air zamzam ke tanah air. Menurut Cepi Supriatna, Wakil Kepala Daerah Kerja Mekah, bidang kedatangan dan kepulangan jamaah, menegaskan bahwa seluruh jamaah haji Indonesia, baik dengan penerbangan Garuda maupun Saudia Airlines, masing-masing akan mendapatkan air zamzam kemasan lima liter. Air zamzam ini akan diberikan di embarkasi masing-masing setiba dari Tanah Suci.
Cepi juga berpesan bahwa jamaah dilarang membawa air zamzam baik di dalam koper besar yang masuk bagasi, maupun di dalam tas kabin atau tas tenteng. Ia berpesan pada jamaah agar jangan sekali-sekali coba-coba membawa air zamzam sendiri. Karena akan ketahuan saat koper melalui pemeriksaan tas dengan sinar X Ray. Koper dan tas jamaah akan dibongkar untuk mengeluarkan air zamzam tersebut. Tentunya ini akan memperlambat proses pemeriksaaan di bandara dan akan merugikan para jamaah lainnya.
Keutamaan air zamzam dijelaskan oleh beberapa hadist Rasulullah SAW. Antara lain hadist dari Jabir bin Abdullah ra, yang katanya Rasulullah SAW bersabda: Air telaga zamzam akan menghasilkan maksud yang dituju dari meminumnya (HR Muslim)
Ada beberapa riwayat sejarah munculnya air zamzam. Antara lain dalam kitab sejarah (Sirah Nabawiyah) disebutkan bahwa antara Siti Hajar dan Sarah ada rasa saling iri. Oleh karena itu Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan anaknya ke lembah yang sekarang disebut Mekah. Karena ia merasa bahwa hidupnya takkan bahagia kalau keduanya (Sarah dan Siti Hajar) hidup dalam satu tempat.
Sebenarnya lembah itu adalah tempat persinggahan kafilah yang lewat daerah tersebut. Tetapi pada wsaktu itu adalah masa yang paling sepi dalam sepanjang tahun itu. Ismail dan ibunya ditinggal oleh Ibrahim di lembah tersebut dengan segala kebutuhan hidupnya.
Sesudah perbekalannya habis, Hajar melihat ke kanan dan ke kiri, namun ia tidak melihat sesuatu apapun. Ia berlari dan turun ke lembah untuk mencari air. Ia berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwa sampai tujuh kali. Kemudian ia kembali ke tempat anaknya dengan perasaan putus asa.
Namun ketika itu dilihat anaknhya sedang mengorek-ngorek tanah dengan kaki, yang kemudian dari dalam tanah itu keluar air. Dia dan Ismail dapat melepaskan dahaga. Dengan penuh rasa syukur, Siti Hajar mengumpulkan air itu sambil mengucapkan kata zamzam (kumpul), sehingga air itu disebut sebagai air zamzam.
Dalam waktu yang relatif singkat, Siti Hajar dan Ismail sering dikunjungi para kafilah yang ingin mendapatkan air sumur tersebut. Para kafilah ini yang berniaga pulang balik dari Yaman di Selatan dan Suriah di Utara, biasanya menggunakan daerah ini sebagai tempat peristirahatan karena tempatnya strategis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar