Selasa, 13 Desember 2011

Uhud, Haji 2008


Hari kedua berada di Madinah, saya berkesempatan untuk berziarah ke wilayah Gunung Uhud atau Jabal Uhud. Posisi gunung Uhud ini persis di pinggir jalan raya Madinah-Mekah. Karenanya sebelum pemerintah Arab saudi membangun jalan baru, Gunung Uhud selalu menjadi pemandangan yang menarik bagi setiap pengunjung atau jamaah yang ingin memasuki Madinah maupun yang menuju Mekah.

Posisi Gunung Uhud sekitar enam hingga hingga tujuh kilometer dari Masjid Nabawi. Gunung Uhud ini merupakan gunung batu hitam yang diselimuti oleh tanah kering dengan ketinggian sekitar 1050 meter. Di wilayah sekitar Gunung Uhud ada sebuah bukit yang disebut sebagai Bukit Panah atau Bukit Pemanah. Selain itu terdapat lokasi lahan pekuburan atau makam yang berukuran sekitar 50 kali 50 meter. Makam ini merupakan makam para Syuhada Perang Uhud. Pemakaman ini dikelilingi oleh pagar kawat setinggi 1,75 meter.Tak ada batu nisan atau tumpukan batu di pemakaman ini. Komplek makam ini hanya berupa hamparan tanah saja. Tak jauh dari lokasi pemakaman terdapat sebuah masjid lumayan besar.

Banyak pedagang kaki lima berjualan di sekitar lokasi Gunung Uhud ini. Mulai dari tasbeh, pici, pakaian, kurma, hingga rumput fatima, serta pernak-pernik perhiasan wanita. Wilayah di sekitar Gunung Uhud ini menjadi salah satu tempat berziarah bagi kaum Muslimin yang khususnya melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pasalnya, gunung ini tercatat sebagai salah satu tempat bersejarah dalam Islam.

Di kaki gunung Uhud pernah terjadi peperangan antara umat Islam dengan kaum kafir Quraisy, sehingga perang tersebut dinamakan Perang Uhud. Menurut buku ensiklopedihaji dan umrah, perang ini terjadi pada pertengahan bulan Sya'ban tahun ke-3 Hijriah bertepatan dengan 23 Maret 625 Masehi. Perang Uhud terjadi setelah usai perang Badar. Pada perang Badar ini, kaum kafir Quraisy mengalami kekalahan telak. kekalahan ini membuat terbakarnya semangat para pemimpin Quraisy untuk melakukan serangan kembali pada kaum Muslimin.

Panglima perang kaum Quraisy pada perang Uhud ini dipercayakan pada Abu Sofyan. Ia mengomandoi tak kurang dari 3000 prajurit dan 700 di antaranya dilengkapi dengan baju besi. Mereka juga membawa 3000 ekor unta dan 200 ekor kuda.

Sementara Rasulullah SAW bersama pasukannya yang berjumlah 1000 orang, juga bergerak ke Gunung Uhud. Hanya saja 300 pasukannya dalam perjalanan, berbalik arah membelot. Pembelotan 300 pasukan ini dipimpin oleh Abdullah bin Ubay. Dengan demikian Rasulullah tinggal memiliki 700 orang pasukan. Setibanya di bukit itu, Rasulullah SAW memerintahkan 50 orang pemanah unggul di bawah pimpinan Abdullah bin Zubair untuk menempati posisi di puncak bukit. Rasulullah SAW berpesan agar mereka tidak meninggalkan posisi itu dalam situasi dan kondisi apapun. Strategi ini bertujuan untuk mengantisipasi serangan kaum kafir dari garis belakang.

Kedua pasukan pun saling berhadapan. Kaum Muslimin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy, menyusul terbunuhnya sejumlah pimpinan pasukan Quraisy. Pasukan Quraisy mundur dengan meninggalkan harta benda mereka. Merasa melihat situasi sudah menang, pasukan pemanah kaum Muslimin yang berada di puncak Uhud pun turun.

Namun ternyata kesempatan ini dimanfaatkan oleh komandan perang Quraisy Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam). Khalid dan pasukannya menyerang dari puncak bukit yang telah ditinggalkan oleh pasukan pemanah Rasulullah SAW tersebut. Akhirnya tercatat setidaknya 70 kaum Muslimin gugur sebagai Syuhada. Termasuk Mus'ab bin Umair, yang terkenal sebagai pembawa panji tentara Islam. Juga turut gugur komandan perang kaum Muslimin yang sangat disegani dan ditakuti, Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW.

Kekalahan yang menimpa kaum Muslimin dalam peperangan ini semata-mata sebagai konsekuensi dari kurang disiplinnya sebagian sahabat. Mereka lalai terhadap perintah Rasulullah SAW untuk tidak meninggalkan puncak bukit. Semua Syuhada Perang Uhud dikuburkan di lokasi perang. Ini dilakukan atas perintah Rasulullah SAW. Dalam Alquran, Perang Uhud dan segala hikmahnya dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 152-158 dan 165-167. tentunya, banyak hikmah yang bisa diteladani para peziarah dan kaum Muslimin dari peristiwa Perang Uhud ini.
 
n osa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar