Pemerintah Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia sudah beberapa hari lalu mulai mempersiapkan proses puncak haji Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina). Petugas di tingkat Teknis Uurusan Haji (YUH) juga sudah bebrapa kali melakukan pertemuan koordinasi persiapan Armina. Transportasi untuk selama proses Armina, ditangani langsung oleh pemerintah Arab Saudi melalui Naqobah sindikasi angkutan Arab Saudi. Jamaah pun sudah dihimbau untuk sudah mulai dihimbau agar memperkecil frekuensi ibadah di Masjidil Haram untuk mempersiapkan fisik menjelang Armina. Jamaah pun nanti akan dibekali tiga kotak makanan siap saji di luar 16 kali makan parasmanan.
Padang Arafah adalah nama bagi sebuah padang pasir tempat jamaah haji melakukan wukuf. Padang Arafah terletak sekitar 225 meter di atas permukaan laut. Seperti tertulis pada buku Ensiklopedi Haji dan Umrah, di sebelah timur, Arafah berbatasan dengan pegunungan Tha'if dan sebelah utaranya membujur bukit-bukit yang tingginya sekitar 30 meter yang dinamakan dengan Bukit Arafah. Di sebelah selatan padang Arafah terletak Jabal Rahmah dengan ketinggian sekitar 30 meter.
Jarak antra Mekah dan Arafah sekitar 25 km, jarak Mekah ke Mina sekitar 6,5 km dan jarak Mina ke Muzdalifah sekitar 3,5 km. Padang Arafah merupakan padang pasir yang tandus yang luasnya sekitar 3,5 kali 3,5 km. Namun sampai saat ini pemerintahan Arab Saudi sudah melengkapi Padang Arafah dengan infrastruktur yang canggih dan melakkan penghijauan dengan menanami pepohonan yang rindang.
Di bagian tengah lokasi ini terdapat tiang-tiang air setinggi tiang listrik yang di puncaknya terdapat spuyer-spuyer kecil yang dapat menyemburkan uap air halus. Setiap tahun ketika jamaah haji sedang melakukan wukuf, tiang-tiang itu menyemburkan uap air yang memberikan rasa nyaman bagi jamaah haji. Sehingga resiko terserang //heat stroke// dapat dikurangi.
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat mengatakan bahwa Wukuf di Arafah merupakan rukun haji. Oleh sebab itu jika seseorang yang melaksanakan ibadah haji tanpa melakukan wukuf, maka ibadah hajinya batal. Ini ditegaskan oleh sabda Rasulullah SAW yang artinya 'Ibadah haji itu dengan melakukan wukuf di Arafah. Barangsiapa yang wukuf sebelum terbit fajar (tanggal 10 Dzulhijah) maka wukufnya diangap sah (HR al Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majjah).
Keadaan di Arafah ini merupakan replika di padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT.Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas imannya. Adapun keutamaan Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW ,"Do`a yang paling baik adalah doa di hari Arafah". Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda ,"Tidak ada hari paling banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari Arafah".
Selama melakukan wukuf, jamaah haji disunnatkan menggunakan seluruh waktunya untuk berzikir dan berdoa dengan mengucapkan Talbiyah. Jamaah haji juga disunnatkan untuk memperbanyak membaca Al Qur'an, khususnya surat Al Ikhlas. Rasulullah SAWE bersabda, 'Siapa yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000 kali pada hari Arafah, akan dikabulkan seluruh permintaannya (HR Ahmad ibn Hanbal dari Ibn Abbas).
Wukuf di Arafah adalah hadir atau berada di bagian manapun dari tanah padang Arafah. Hal ini dilakukan baik dalam keadaan tidur, berkendaraan, duduk, berbaring atau berjalan, baik dalam keadaan suci maupun tidak suci. Namun dalam keadan normal, orang yang melakukan wukuf sebaiknya berada dalam keadaan suci yang sempurna, menghadap Kiblat, memperbanyak Istighfar, zikir dan berdoa.
n osa
Padang Arafah adalah nama bagi sebuah padang pasir tempat jamaah haji melakukan wukuf. Padang Arafah terletak sekitar 225 meter di atas permukaan laut. Seperti tertulis pada buku Ensiklopedi Haji dan Umrah, di sebelah timur, Arafah berbatasan dengan pegunungan Tha'if dan sebelah utaranya membujur bukit-bukit yang tingginya sekitar 30 meter yang dinamakan dengan Bukit Arafah. Di sebelah selatan padang Arafah terletak Jabal Rahmah dengan ketinggian sekitar 30 meter.
Jarak antra Mekah dan Arafah sekitar 25 km, jarak Mekah ke Mina sekitar 6,5 km dan jarak Mina ke Muzdalifah sekitar 3,5 km. Padang Arafah merupakan padang pasir yang tandus yang luasnya sekitar 3,5 kali 3,5 km. Namun sampai saat ini pemerintahan Arab Saudi sudah melengkapi Padang Arafah dengan infrastruktur yang canggih dan melakkan penghijauan dengan menanami pepohonan yang rindang.
Di bagian tengah lokasi ini terdapat tiang-tiang air setinggi tiang listrik yang di puncaknya terdapat spuyer-spuyer kecil yang dapat menyemburkan uap air halus. Setiap tahun ketika jamaah haji sedang melakukan wukuf, tiang-tiang itu menyemburkan uap air yang memberikan rasa nyaman bagi jamaah haji. Sehingga resiko terserang //heat stroke// dapat dikurangi.
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat mengatakan bahwa Wukuf di Arafah merupakan rukun haji. Oleh sebab itu jika seseorang yang melaksanakan ibadah haji tanpa melakukan wukuf, maka ibadah hajinya batal. Ini ditegaskan oleh sabda Rasulullah SAW yang artinya 'Ibadah haji itu dengan melakukan wukuf di Arafah. Barangsiapa yang wukuf sebelum terbit fajar (tanggal 10 Dzulhijah) maka wukufnya diangap sah (HR al Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majjah).
Keadaan di Arafah ini merupakan replika di padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah SWT.Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah kualitas imannya. Adapun keutamaan Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW ,"Do`a yang paling baik adalah doa di hari Arafah". Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda ,"Tidak ada hari paling banyak Allah menentukan pembebasan hamba-Nya dari neraka kecuali hari Arafah".
Selama melakukan wukuf, jamaah haji disunnatkan menggunakan seluruh waktunya untuk berzikir dan berdoa dengan mengucapkan Talbiyah. Jamaah haji juga disunnatkan untuk memperbanyak membaca Al Qur'an, khususnya surat Al Ikhlas. Rasulullah SAWE bersabda, 'Siapa yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 1000 kali pada hari Arafah, akan dikabulkan seluruh permintaannya (HR Ahmad ibn Hanbal dari Ibn Abbas).
Wukuf di Arafah adalah hadir atau berada di bagian manapun dari tanah padang Arafah. Hal ini dilakukan baik dalam keadaan tidur, berkendaraan, duduk, berbaring atau berjalan, baik dalam keadaan suci maupun tidak suci. Namun dalam keadan normal, orang yang melakukan wukuf sebaiknya berada dalam keadaan suci yang sempurna, menghadap Kiblat, memperbanyak Istighfar, zikir dan berdoa.
n osa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar