Selasa, 13 Desember 2011

Hati-Hati Foto Paksa

MEKAH–Jemaah calon haji Indonesia harus waspada ulah juru foto amatir yang menjual jasa secara paksa dan banyak beroperasi di tempat-tempat bersejarah di kota Mekkah. Seperti peristiwa yang menimpa jemaah asal Indramayu pada Ahad (23/11), saat mengunjungi kaki Jabal Tsur. Ketika tiba langsung diserbu joki Unta, diikuti juru foto amatir langsung mengabadikan momen tersebut.

Ketika selesai berapa kali jepret, juru foto langsung jadi itu menyodorkan hasil jepretannya sebanyak 7 lembar, dengan harga perlembar 10 riyal. Suasana ribut sempat terjadi, dengan menggunakan bahasa Arab si juru foto amatir minta dibayar 70 riyal. Sementara jemaah asal Indramayu, dibantu salah seorang pemandu juga asal Indonesia yang pandai bahasa Arab langsung menolak keinginan juru foto itu. Hingga sempat terjadi adu argumen dengan bahasa Arab bernada tinggi, disaksikan jemaah Indramayu yang masih kebingungan.

Salah seorang jemaah calon haji asal Indramayu Sunanto, mengatakan bahwa ia tidak pernah minta difoto. ”Juru foto amatir tersebut tiba-tiba langsung minta dibayarkan fotonya per lembar 10 riyal, saya menolak,” kata Sunanto.

Ketika juru foto amatir memaksa hasil jepretannya minta dibayar, seorang warga Arab Saudi menengahi keadaan, berupaya menetralisir. Sementara itu jemaah asal Indramayu yang sempat tegang dibuat juru foto amatir,langsung dibawa ketua regu bergegas meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil.

n osa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar