Selasa, 13 Desember 2011

Roti Sami, Haji 2008


Kebiasaan kebanyakan orang di Arab Saudi ini menyantap roti sami untuk makan siang dan makan malam. Tidak hanya bagi penduduk asli kota Mekah saja, nampaknhya kebiasaan ini juga 'terpaksa' diikuti oleh para mukimin dari berbagai negara seperti India, Bangladesh, Pakistan termasuk mukimin dari Indonesia.

Pasalnya, lumayan sulit untuk mendapatkan makanan khas atau yang biasa mereka santap di negara mereka masing-masing. Antrean panjang tampak pada dua toko kecil yang bersebelahan penjual roti sami di dekat Masjidil Haram. Mereka rela antri untuk mendapatkan roti berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 25 cm dan dijual dengan harga 2,5 real perbuah.

Dua toko penjual roti sami ini dilengkapi dengan tungku atau oven pembakaran roti yang terbuat dari semacam tanah liat. Jadi roti yang dijual benar-benar masih hangat, //fresh from the oven//. Roti ini rasanya tawar, sama halnya dengan roti tawar di tanah air. Hanya saja permukaan roti yang berbentuk pipih ini agak keras kehitaman karena hasil pemanasan dari oven tradisional tersebut. Pembeli biasa menyantap roti sami ini dengan semacam selai kacang, keju putih atau buah zaitun.


n osa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar