Pasalnya, petugas Arab Saudi sama sekali tidak memperkenankan adanya posko jamaah haji di wilayah sekitar Jamarat. Jangankan posko, petugas yang berdiri di sejumlah titik dengan membawa bendera merah putih pun harus 'kucing-kucingan' dengan petugas Arab Saudi. Prinsipnya bagi petugas Arab Saudi, tidak boleh ada orang ataupun jamaah yang berdiam diri atau berdiri di satu tempat atau satu titik tertentu di sekitar Jamarat.
Sementara, keberadaan petugas haji Indonesia yang disebar di beberapa titik di sekitar Jamarat, sangat diperlukan bagi para jamaah. Mereka diperlukan untuk memandu dan mengarahkan jamaah yang mungkin terlepas dari rombongan atau kloternya ke lokasi tenda Mabit di Mina. Pasalnya dengan kondisi lokasi Jamarat yang padat jamaah serta minimnya tanda-tanda penunjuk arah, membuat tak sedikit jamaah Indonesia yang kebingungan arah.
Terdapat 107 petugas haji Indonesia yang bertugas di Posko 'Indonesian Restaurant' ini. Mereka diambil dari petugas sektor Miqad di Bir Ali, petugas dari sektor 2, 3, 4 dan 5 Madinah. Tergabung di dalamnya petugas kesehatan. Para petugas ini bekerja dalam dua //shift//, yang masing-masing //shift// bekerja selama 12 jam.
Keberadaan Posko Utama di wilayah Jamarat ini, tentunya menurut sudut pandang petugas keamanan Arab Saudi, merupakan bentuk 'pelanggaran'. Alih-alih dianggap telah melanggar dan menyalahi fungsi 'Indonesian Restaurant', akhirnya petugas Arab Saudi pun 'memanfaatkan' keberadaan Posko Utama ini untuk mengutip uang 'keamanan'. ''Hari ini, mereka minta 300 real Mas, kemarin mereka minta 1200 real,'' papar seorang petugas.
Pada Selasa malam (9/12), saya melihat di dalam ruangan Posko Utama ini terdapat sejumlah jamaah yang sekedar melepas lelah usai Lontar Jumroh. Di posko ini memang disediakan minuman hangat seperti teh, kopi dan susu. Jamaah yang mungkin tersesat atau kebingungan arah pulang ke tenda Mabit di Mina, akan langsung diarahkan ke arah tenda mereka masing-masing.
Sedangkan di luar ruangan psko, terdapat puluhan jamaah haji Indonesia yang tengah duduk-duduk skedar melepas lelah usai lontar Jumroh sembari menunggu sejumlah rekan mereka yang terlepas dari rombongan. Tentunya tak lama para jamaah ini bisa duduk-duduk di luar dekan posko utama ini. Pasalnya petugas keamanan Arab Saudi akan segera 'mengusir' mereka agar tak terjadi penumpukan jamaah di lokasi tersebut.
Salah satu jamaah yang tengah melepas lelah di dalam ruangan posko utama tersebut adalah Ibu Marpuah, jamaah kloter 42 JKS asal Karawang. Marpuah yang sudah berusia 76 tahun ini terlepas dari rombongannya, karena tak mampu mengikuti rombongannya yang berjalan lebih cepat. Kebetulan saat itu saya dan empat rekan Media Center Haji (MCH) berniat menuju tenda Mabit jamaah Indonesia serta lokasi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari lokas Jamarat. Akhirnya kami mengajak Ibu Marpuah serta dua jamaah 'tersesat' lainnya untuk sama-sama berjalan menuju tenda mabit mereka.
Sedangkan di luar ruangan psko, terdapat puluhan jamaah haji Indonesia yang tengah duduk-duduk skedar melepas lelah usai lontar Jumroh sembari menunggu sejumlah rekan mereka yang terlepas dari rombongan. Tentunya tak lama para jamaah ini bisa duduk-duduk di luar dekan posko utama ini. Pasalnya petugas keamanan Arab Saudi akan segera 'mengusir' mereka agar tak terjadi penumpukan jamaah di lokasi tersebut.
n osa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar