Hawanya sejuk, cendrerung dingin. Sekitar 20 derajat Celcius. Jarak dari kota Mekah sekitar 65 kilometer arah tenggara. Thaif, kota ini berhawa sejuk karena berada di lembah pegunungan Asir. Karena kesejukan udaranya ini, kota Thaif banyak digunakan sebagai tempat peristirahatan dan pariwisata di musim panas.
Bahkan para raja dan kerabatnya banyak membangun tempat-tempat peristirahatan di kawasan ini. Sehingga Thaif juga mendapat julukan Qaryah al Mulk atau desa para raja. Di kota ini juga sering diselenggarakan pertemuan-pertemuan dan perjanjian-perjanjian bilateral, regional dan internasional.
Thaif juga terkenal dengan kekayaan produksi pertaniannya. Buah-buahan seperti anggur, korma dan lainnya, dihasilkan oleh daerah yang subur ini. Selain itu, juga berbagai macam sayuran dan bunga-bungaan, juga tumbuh subur dan menjadi salah satu andalan produksi pertanian kota ini. Bunga seperti ambar, misik da yasmin dijadikan sebagai bahan baku pembuat minyak wangi.
Seperti tercantim pada Buku Ensiklopedi Haji dan Umrah, kota Thaif juga mengukir sejarah tersendiri. Kepada penduduk kota ini, Rasulullah SAW pernah menggantungkan harapannya agar dakwah Islam dapat diterima, setelah awalnya ditolak dan dihina oleh penduduk Mekah. Namun sayang dan tragisnya, penduduk Thaif pada waktu itu menolak mentah-mentah dakwah Nabi dan bahkan mengusir dan melempari Nabi dengan cara yang sangat kasar.
Peristiwa Thaif tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa yang dialami Rasulullah SAW dan kaum Muslimin. Mereka baru saja lepas dari boikot ekonomi yang dilancarkan oleh kaum Quraisy. Boikot ini membuat mereka menderita kelaparan selama lebih dua tahun.
Setelah lepas dari boikot tersebut, Rasulullah menerima ujian berat yang datang secara beruntun. Yaitu meninggalnya istri Rasulullah SAW, Siti Khadijah pada bulan Desember 619 M dan pamannya Abu Thalib pada bulan Januari 620 M. Kematian keduanya menimbulkan dampak yang besar dan luas. Orang-orang kafir Quraisy lebih leluasa dan meningkatkan tekanan dan penganiayaan ats umat Islam. Karena tidak ada lagi sosok Abu Thalib dan Khadijah. Karena keduanya memiliki kedudukan yang tinggi dan sangat disegani.
Untuk menghindari penganiayaan yang lebih berat itulah secara diam-diam dan dengan berjalan kaki, Rasulullah mencoba pergi ke Thaif untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Rasulullah tinggal di Thaif selama sepuluh hari untuk berdakwah dan meminta perlindungan. Serta memohon agar mereka tidak memberitahukan kepada orang-orang kafir Mekah saat itu tentang kedatangannya di Thaif. Namun ternyata penduduk Thaif melakukan penolakan dan memperlakukan Rasulullah dengan kasar.
Rasulullah SAW pun kemudian berlindung di balik pagar sebidang kebun milik Utbah dan Saybah bin Rabi'ah. Yang belakangan keduanya tewas oleh pedang Ali dan Hamzah pada perang Badar beberapa tahun kemudian.
Rasulullah SAW memanjatkan doa pada Allah SWT memohon perlindungan, hingga datnglah Uthbah dan Saybah yang kemudian menolong Rasulullah SAW. Cuplikan sejarah perjuangan Rasulullah ketika mengemban amanat dakwah Islam yang terjadi di Thaif, membuat kota ini memilii nilai sejarah yang tinggi. Para peziarah banyak yang berminat untuk mengunjungi daerah ini guna mengambil pelajaran berharga dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW,
n osa
Bahkan para raja dan kerabatnya banyak membangun tempat-tempat peristirahatan di kawasan ini. Sehingga Thaif juga mendapat julukan Qaryah al Mulk atau desa para raja. Di kota ini juga sering diselenggarakan pertemuan-pertemuan dan perjanjian-perjanjian bilateral, regional dan internasional.
Thaif juga terkenal dengan kekayaan produksi pertaniannya. Buah-buahan seperti anggur, korma dan lainnya, dihasilkan oleh daerah yang subur ini. Selain itu, juga berbagai macam sayuran dan bunga-bungaan, juga tumbuh subur dan menjadi salah satu andalan produksi pertanian kota ini. Bunga seperti ambar, misik da yasmin dijadikan sebagai bahan baku pembuat minyak wangi.
Seperti tercantim pada Buku Ensiklopedi Haji dan Umrah, kota Thaif juga mengukir sejarah tersendiri. Kepada penduduk kota ini, Rasulullah SAW pernah menggantungkan harapannya agar dakwah Islam dapat diterima, setelah awalnya ditolak dan dihina oleh penduduk Mekah. Namun sayang dan tragisnya, penduduk Thaif pada waktu itu menolak mentah-mentah dakwah Nabi dan bahkan mengusir dan melempari Nabi dengan cara yang sangat kasar.
Peristiwa Thaif tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa peristiwa yang dialami Rasulullah SAW dan kaum Muslimin. Mereka baru saja lepas dari boikot ekonomi yang dilancarkan oleh kaum Quraisy. Boikot ini membuat mereka menderita kelaparan selama lebih dua tahun.
Setelah lepas dari boikot tersebut, Rasulullah menerima ujian berat yang datang secara beruntun. Yaitu meninggalnya istri Rasulullah SAW, Siti Khadijah pada bulan Desember 619 M dan pamannya Abu Thalib pada bulan Januari 620 M. Kematian keduanya menimbulkan dampak yang besar dan luas. Orang-orang kafir Quraisy lebih leluasa dan meningkatkan tekanan dan penganiayaan ats umat Islam. Karena tidak ada lagi sosok Abu Thalib dan Khadijah. Karena keduanya memiliki kedudukan yang tinggi dan sangat disegani.
Untuk menghindari penganiayaan yang lebih berat itulah secara diam-diam dan dengan berjalan kaki, Rasulullah mencoba pergi ke Thaif untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Rasulullah tinggal di Thaif selama sepuluh hari untuk berdakwah dan meminta perlindungan. Serta memohon agar mereka tidak memberitahukan kepada orang-orang kafir Mekah saat itu tentang kedatangannya di Thaif. Namun ternyata penduduk Thaif melakukan penolakan dan memperlakukan Rasulullah dengan kasar.
Rasulullah SAW pun kemudian berlindung di balik pagar sebidang kebun milik Utbah dan Saybah bin Rabi'ah. Yang belakangan keduanya tewas oleh pedang Ali dan Hamzah pada perang Badar beberapa tahun kemudian.
Rasulullah SAW memanjatkan doa pada Allah SWT memohon perlindungan, hingga datnglah Uthbah dan Saybah yang kemudian menolong Rasulullah SAW. Cuplikan sejarah perjuangan Rasulullah ketika mengemban amanat dakwah Islam yang terjadi di Thaif, membuat kota ini memilii nilai sejarah yang tinggi. Para peziarah banyak yang berminat untuk mengunjungi daerah ini guna mengambil pelajaran berharga dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW,
n osa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar